Es Krim Minimalis Michelin
Dwi Utari
| 17-04-2025
· News team
Taiwan semakin dikenal sebagai tujuan kuliner mewah, yang dibuktikan dengan edisi terbaru Michelin Guide 2024.
Dalam edisi ini, sebanyak 10 restoran baru mendapat bintang Michelin, menjadikan total restoran berbintang di Taiwan mencapai 49. Salah satu yang paling menonjol adalah Minimal yang berada di Taichung, tempat es krim pertama di dunia yang mendapat bintang Michelin.
Terletak di sepanjang Calligraphy Greenway Boulevard, Minimal dengan mudah dikenali melalui desain eksteriornya yang minimalis dengan dominasi warna abu-abu dan arang, lebih mirip sebuah studio desain Nordik daripada kedai es krim. Restoran dua lantai ini menggabungkan gerai takeaway di lantai dasar dengan restoran yang menyajikan menu pencicipan tujuh hidangan di lantai atas. Menurut Michelin Guide, Minimal berhasil memadukan berbagai rasa dan tekstur menggunakan es krim dan elemen beku, dengan bahan-bahan lokal dari Taiwan yang menciptakan karya kuliner yang memukau.
Kecintaan Masa Kecil terhadap Es
Pendiri Minimal, Arvin Wan, sejak kecil sudah memiliki ketertarikan besar terhadap es. Dia tumbuh dengan memiliki kulkas dua pintu yang dilengkapi dengan pembuat es, dan kebiasaannya mengonsumsi es batu setiap hari membuatnya semakin terpesona oleh es. Ketertarikannya ini mendorongnya untuk bereksperimen dengan membekukan berbagai jenis makanan, yang pada akhirnya menjadi dasar karirnya di dunia kuliner.
Setelah lulus dari sekolah kuliner, Wan bekerja sebagai koki sambil merawat ibunya yang tengah berjuang melawan kanker. Waktu yang terbatas di dapur membuatnya hanya bisa menghabiskan sedikit waktu bersama sang ibu sebelum akhirnya beliau meninggal. Peristiwa tersebut memaksanya untuk memikirkan kembali prioritas hidupnya. Pada tahun 2014, Wan mulai bekerja di sebuah kedai es krim, yang menghidupkan kembali kecintaannya terhadap makanan beku. Meskipun masa kerjanya di sana tidak lama, pengalaman itu memperkuat keputusannya untuk fokus mengembangkan es krim.
Pada tahun 2016, Wan ikut mendirikan restoran berbintang Michelin, Sur, di Taichung, dan menjabat sebagai kepala bagian pastry. Namun, pada tahun 2019, ia memutuskan untuk meninggalkan perannya di sana dan fokus sepenuhnya pada es krim yang menurutnya masih kurang dihargai di banyak restoran tradisional. Didukung oleh rekan-rekannya, Wan mulai merintis usaha es krim yang kini dikenal dengan nama Minimal.
Pengalaman Es Krim Minimalis yang Memukau
Dibuka pada tahun 2021, Minimal mengusung konsep dan desain yang sesuai dengan namanya. Estetika minimalis di tempat ini mencerminkan ketelitian dan kompleksitas dalam pembuatan es krim yang disajikan. Wan menjelaskan bahwa pembuatan es krim memerlukan perhitungan dan perencanaan yang sangat matang untuk menciptakan tekstur dan rasa yang unik.
Gerai takeaway di lantai dasar menawarkan enam rasa es krim yang selalu berganti, menampilkan kombinasi rasa yang inovatif. Beberapa varian terbaru termasuk teh hijau biluochun dengan tebu dan Angelica morii, serta jarum pinus yang dipadukan dengan minyak biji Camellia dan herbal hijau. Di lantai atas, restoran dengan kapasitas 20 kursi menyajikan menu pencicipan tujuh hidangan yang berfokus pada berbagai suhu beku. Setiap hidangan diberi nama sesuai dengan suhu penyajiannya, dimulai dengan hidangan pembuka Loquat/Pear yang semi-molten pada suhu 0°C, hingga hidangan dramatis -196°C Strawberry/Roselle/Cream, yang merupakan kreasi es krim beku menggunakan nitrogen cair. Satu-satunya hidangan panas, yaitu Rice/Edamame pada suhu 180°C, menyeimbangkan menu yang didominasi oleh hidangan beku. Hidangan penutup berupa pastry pada suhu 40°C dipadukan dengan es krim longan dan osmanthus.
Inovasi dan Ketelitian dalam Pembuatan Es Krim
Menciptakan hidangan-hidangan unik di Minimal membutuhkan eksperimen yang teliti. Setiap tekstur dan elemen sensori dari setiap sajian beku dipertimbangkan dengan sangat cermat. Misalnya, lolipop Bunga Jahe Liar pada suhu -40°C meleleh lebih lambat daripada es krim biasa, memberikan sensasi seperti kapas gula. Proses ini memerlukan penyesuaian campuran bahan untuk menahan gelembung udara, yang kemudian dibekukan dalam cairan sebelum diproses lebih lanjut.
Dapur yang dilengkapi dengan lemari pendingin dengan suhu yang berbeda-beda memastikan setiap hidangan disajikan pada kondisi yang tepat. Wan juga sangat memperhatikan rasa dan aroma, yang dapat hilang pada suhu beku. Untuk mengatasi hal ini, ia menambahkan bahan pelengkap seperti mint dan Angelica morii pada es krim teh hijau, untuk memperkaya profil rasa.
Meskipun pendekatannya terhadap pembuatan es krim sangat teliti, Wan tetap menikmati es krim sederhana dan murah, seperti qing bing, es serut dengan rasa pisang yang menjadi makanan penutup retro atau es loli yang sangat populer. Terinspirasi oleh dorongan ibunya untuk mengejar passion-nya, Wan berusaha menghadirkan kembali rasa nostalgia dan kebahagiaan lewat kreasi-kreasinya di Minimal.
Menurut Wan, es krim dapat membantu orang dewasa merasakan kembali kegembiraan masa kecil. “Ketika kita dewasa, makan es kehilangan sensasi baru-nya,” jelasnya. “Dengan Minimal, tujuannya adalah untuk membantu orang-orang menemukan kembali keajaiban es krim, seolah itu adalah rasa pertama mereka.”
Jangan Lewatkan Kesempatan Menikmati Es Krim Terbaik yang Pernah Ada di Dunia!