Fakta Tentang Salju
Ayu Estiana
| 26-03-2025
· News team
Salju seringkali menghadirkan gambaran tentang kegembiraan atau hari yang nyaman di dalam rumah, namun sebenarnya ada banyak hal menarik yang perlu Anda ketahui tentang salju.
Baik salju adalah bagian dari kenyataan cuaca dingin Anda sehari-hari atau hanya imajinasi di musim dingin, fakta-fakta berikut akan memberikan Anda apresiasi baru terhadap keajaiban alam ini.
1. Salju Sebenarnya Tidak Berwarna Putih
Mungkin ini terdengar mengejutkan, namun salju sejatinya tidak berwarna putih. Kristal salju sebenarnya bersifat transparan. Penampilan "putih" yang kita lihat berasal dari pantulan cahaya. Bentuk salju yang memiliki banyak sisi memantulkan cahaya ke segala arah, menciptakan kesan putih. Namun, salju juga bisa muncul dengan warna lain, seperti hitam, oranye, atau biru, tergantung pada debu, polutan, atau ganggang yang tumbuh di salju. Salah satunya adalah "salju semangka" yang berwarna merah muda, yang berasal dari ganggang mengandung astaxanthin, zat pewarna yang mirip dengan yang terdapat pada wortel.
2. Bentuk Kristal Salju Dipengaruhi Suhu
Bentuk kristal salju sangat dipengaruhi oleh suhu di sekitar. Sebagai contoh, kristal salju yang berbentuk jarum terbentuk pada suhu sekitar -2°C (28°F), sementara kristal datar berbentuk pelat terbentuk pada suhu -5°C (23°F). Struktur rumit salju dengan enam sisi ini akan berubah mengikuti fluktuasi suhu selama hujan salju.
3. Salju Bisa Dikategorikan
Andy Brunning, pencipta blog "Compound Interest", telah mengklasifikasikan salju ke dalam 35 jenis yang berbeda berdasarkan ciri-ciri seperti bentuk kolom, struktur datar, percabangan, ketidakberaturan, atau gabungan dari berbagai sifat tersebut.
4. Kristal Salju Terbentuk di Sekitar Partikel Kecil
Setiap kristal salju dimulai dengan partikel inti, seperti debu atau serbuk sari. Partikel-partikel ini berfungsi sebagai tempat tumbuhnya kristal es. Berbeda dengan hujan es atau salju batu yang terbentuk dari hujan yang membeku atau akumulasi es, salju berkembang melalui proses atmosfer yang dapat dilihat dengan mikroskop berdaya tinggi.
5. Ada Salju Raksasa
Ada laporan mengenai kristal salju yang mencapai ukuran 2 hingga 6 inci. Bahkan ada klaim yang menyebutkan bahwa salju bisa mencapai ukuran 15 inci. Meski bukti mengenai hal ini masih langka, para ilmuwan percaya bahwa salju raksasa memang bisa terbentuk dalam kondisi atmosfer tertentu, meskipun seringkali pecah saat turun.
6. Salju Menyerap dan Memantulkan Suara
Salju yang baru turun dapat menyerap gelombang suara, menciptakan suasana yang tenang dan hening. Namun, ketika salju mencair dan membeku kembali, es yang terbentuk dapat memantulkan suara, membuat suara terdengar lebih jelas dan menjalar lebih jauh.
7. Ratusan Kata untuk Salju
Sering kali dikatakan bahwa bahasa Inuit memiliki 50 kata untuk salju, namun bahasa Skotlandia bahkan lebih unggul dengan 421 kata menurut para peneliti di Universitas Glasgow. Beberapa di antaranya adalah "skelf" (salju besar), "spitters" (salju yang diterbangkan angin), dan "unbrak" (salju yang mulai mencair).
8. Definisi Blizzar yang Tepat
Penyebutan salju yang lebat sebagai "blizzard" harus memenuhi kriteria tertentu. Visibilitas harus kurang dari 200 meter, dan kecepatan angin harus mencapai setidaknya 48 km/jam (30 mph) untuk bisa dikategorikan sebagai blizzard sejati.
9. Salju di Mars
Simulasi NASA menunjukkan bahwa badai salju bisa terjadi secara tiba-tiba pada musim panas di belahan utara Mars. Bukti adanya awan, es bawah tanah, dan salju di Mars telah ditemukan, termasuk salju CO₂ yang terdeteksi di kutub planet tersebut.
10. Monyet Juga Menikmati Perang Salju
Manusia bukan satu-satunya makhluk yang menikmati perang salju. Monyet macaque Jepang, yang dikenal sebagai "monyet salju," juga terlihat membuat dan bermain dengan bola salju. Monyet muda, khususnya, tampak senang mencuri dan berebut bola salju satu sama lain.
11. Histeria Arktik
Paparan salju yang berkepanjangan bisa menyebabkan kondisi langka yang dikenal sebagai histeria Arktik, yang dilaporkan terjadi di kalangan suku Inuit di Lingkaran Arktik. Gejalanya mencakup ucapan yang tidak jelas atau perilaku ceroboh, yang diikuti dengan amnesia. Meskipun awalnya diduga disebabkan oleh keracunan vitamin A, hanya ada delapan kasus yang tercatat, yang meragukan validitas kondisi ini.
12. Takut Pada Salju
Chionophobia, atau rasa takut terhadap salju, adalah kondisi yang nyata. Kata ini berasal dari bahasa Yunani "chion" yang berarti salju. Kondisi ini bisa muncul karena pengalaman traumatis di masa kecil, tetapi juga bisa memicu reaksi irasional, seperti rasa takut terjebak atau tertimbun salju.
13. Salju Bisa Menjaga Kehangatan
Salju terdiri dari 90-95% udara, menjadikannya isolator yang sangat baik. Banyak hewan yang membuat sarang atau berlindung di bawah salju saat berhibernasi. Igloo, yang mengandalkan panas tubuh untuk menjaga kehangatan, bisa memiliki suhu hingga 37°C lebih hangat di dalamnya dibandingkan di luar.
14. Salju Bisa Terbentuk di Kondisi Suhu yang Tidak Terlalu Dingin
Salju biasanya terbentuk ketika suhu udara mendekati titik beku, namun hujan yang berlangsung lama bisa mendinginkan udara di sekitarnya cukup untuk menciptakan salju. Artinya, salju bisa tetap turun meskipun suhu permukaan mencapai 6°C (43°F).
15. Kristal Salju Jatuh Lebih Cepat dari yang Anda Pikirkan
Meskipun kristal salju tampak turun perlahan, kecepatannya bisa mencapai hingga 14 km/jam (9 mph) tergantung kondisi. Kristal salju ini juga mengumpulkan kelembapan saat jatuh, dan angin dapat mempercepat laju jatuhnya. Waktu yang dibutuhkan sebuah kristal salju untuk sampai ke tanah dari awan sekitar satu jam.
Salju lebih dari sekadar keindahan musim dingin, ia adalah fenomena alam yang penuh kejutan, mulai dari struktur kompleks hingga manfaat yang tak terduga. Apakah Anda menyaksikannya dari kejauhan atau terlibat langsung, salju selalu berhasil memikat dan menginspirasi rasa kagum.